Blitar — Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, secara resmi menyambut kepulangan kontingen Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Tingkat Nasional Tahun 2025. Acara penyambutan berlangsung hangat dan penuh kebanggaan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Dalam ajang bergengsi tingkat nasional ini, Jawa Timur kembali menunjukkan taringnya sebagai provinsi unggulan dalam pendidikan vokasi dengan meraih predikat Juara Umum LKS Dikmen Nasional 2025. Prestasi ini menjadi pencapaian luar biasa sekaligus bukti nyata dari sinergi kuat antara pemerintah daerah, sekolah, guru, serta siswa dalam memajukan pendidikan vokasional.
Acara penyambutan dihadiri oleh para siswa perwakilan Jawa Timur yang menjadi peserta LKS Nasional, kepala sekolah, guru pendamping, serta para pejabat terkait. Gubernur Khofifah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung keberhasilan ini.
“Prestasi ini bukan hanya kebanggaan bagi Jawa Timur, tapi juga cerminan dari kualitas pendidikan vokasi yang terus kami tingkatkan. Terima kasih kepada para siswa, guru, dan seluruh stakeholder pendidikan yang telah berjuang membawa harum nama Jawa Timur di tingkat nasional,” ujar Khofifah melaui sambungan telfon, Sabtu (2/8).
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai menambahkan bahwa keberhasilan ini akan menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan menengah kejuruan (SMK) di Jawa Timur, serta menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di dunia kerja dan industri.
Kontingen Jawa Timur sukses menyabet medali di berbagai bidang kompetensi seperti teknologi informasi, elektronika, tata boga, otomotif, hingga desain grafis. Konsistensi Jawa Timur dalam meraih juara umum LKS selama beberapa tahun terakhir memperkuat posisinya sebagai provinsi dengan sistem pendidikan vokasi terbaik di Indonesia.
Tentang LKS Dikmen Nasional:
Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Nasional adalah ajang tahunan bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk mengukur kompetensi siswa-siswi SMK dari seluruh Indonesia.
