Dalam program ini, tersedia kuota sebanyak 513 peserta. Sebanyak 419 di antaranya berasal dari Kabupaten Serang, sedangkan sisanya dari Kota Serang. Bupati menyebut peluang pendaftaran masih terbuka dan meminta masyarakat yang memenuhi kriteria untuk segera memanfaatkannya.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto mengatakan, program beasiswa tersebut telah diluncurkan sekitar tiga bulan lalu bersama Raffi Ahmad, yang saat itu disebut sebagai Utusan Khusus Presiden. Pada tahap awal, sebanyak 200 peserta dari sejumlah daerah telah diberangkatkan.
Yandri menegaskan, program ini terbuka bagi kabupaten di seluruh Indonesia. Menurutnya, Jepang membutuhkan lebih dari 40 ribu tenaga kerja dari desa-desa di Indonesia, sehingga daerah yang siap dapat mengambil bagian dalam program tersebut.

“Ini kesempatan emas, kesempatan terbaik bagi anak-anak muda yang ingin ke luar negeri, kemudian berlatih, belajar,” kata Yandri.
Ia berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja di Jepang, tetapi juga membawa pulang pengetahuan dan keterampilan yang dapat memberi manfaat bagi masyarakat desa. Setelah kembali, mereka diharapkan menjadi penggerak perubahan dan mampu menciptakan peluang usaha maupun lapangan kerja.
“Setelah dari Jepang, mereka diharapkan menjadi pionir atau menjadi agregator perubahan di desanya. Tidak lagi mencari kerja, tapi dia bisa menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
Yandri menyebut kemampuan berbahasa Jepang menjadi salah satu persyaratan penting. Untuk mendukung calon peserta, ia menyatakan telah menyiapkan guru bahasa Jepang secara gratis. Pemkab Serang juga memberikan dukungan berupa pembiayaan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up (MCU) serta BPJS Ketenagakerjaan.
Menurut Yandri, dukungan tersebut dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam menyiapkan pemuda desa mengikuti program serupa.
“Kalau ini bagus di Kabupaten Serang, ini tinggal direplikasi di daerah-daerah lain,” katanya.
Kepala DPMD Kabupaten Serang Rudy Suhartanto menjelaskan, peserta program magang harus berusia 18 hingga 26 tahun dengan pendidikan minimal setingkat SLTA. Pendaftaran dapat dilakukan secara online, sementara pendaftaran offline di lokasi seleksi hanya dibuka dalam waktu terbatas.

Calon peserta diminta menyiapkan dokumen administrasi, antara lain KTP, Kartu Keluarga, ijazah SD hingga SMA, akta kelahiran, dan SKCK. Peserta juga akan menjalani tes IQ secara online dengan nilai minimal 99 sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Rudy mengatakan, peserta yang lolos tes IQ akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Biaya MCU bagi peserta yang memenuhi ketentuan akan ditanggung oleh Pemkab Serang.
Seleksi ini diikuti ratusan peserta dan dihadiri jajaran Kemendes PDT, pejabat eselon II di lingkungan Pemkab Serang, serta para calon penerima Program Beasiswa Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia ke Jepang.
Bagi para pemuda yang mengikuti seleksi, program ini membuka kesempatan untuk menapaki pengalaman baru di luar negeri. Harapannya, pengalaman tersebut kelak tidak berhenti pada keberhasilan bekerja, tetapi juga menjadi bekal untuk membawa perubahan dan menciptakan peluang di desa masing-masing.
