SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program beasiswa bagi siswa dan tenaga pendidik.
Dalam satu tahun kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas, sebanyak 3.118 siswa dan 253 guru telah menerima manfaat program beasiswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi “Serang Bahagia”.
Program tersebut menyasar berbagai jenjang pendidikan secara bertahap dan terstruktur. Untuk tingkat sekolah dasar (SD), sebanyak 1.866 siswa menerima bantuan pendidikan sebesar Rp750 ribu per orang dengan total anggaran mencapai Rp1,399 miliar.
Sementara pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP), sebanyak 1.228 siswa memperoleh bantuan Rp1 juta per orang dengan total pagu anggaran Rp1,228 miliar.
Pemerintah daerah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan beban ekonomi orang tua sekaligus memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak di Kabupaten Serang.
Tidak hanya menyasar peserta didik, perhatian juga diberikan kepada tenaga pendidik sebagai ujung tombak dunia pendidikan.
Program beasiswa magister (S2) lanjutan di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) diberikan kepada 24 guru dengan nominal Rp11,45 juta per orang dan total anggaran Rp274,9 juta.
Selain itu, program beasiswa untuk guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) juga terus diperkuat. Sebanyak 80 penerima baru mendapatkan bantuan Rp2,5 juta per orang untuk satu semester dengan total anggaran Rp200 juta. Sedangkan 149 penerima lanjutan memperoleh bantuan Rp5 juta per orang untuk dua semester dengan total pagu Rp945 juta.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang, Aber Nurhadi, mengatakan program tersebut lahir dari kesadaran bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan daerah.
“Program ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan. Ini merupakan bagian dari visi Serang Bahagia, di mana pendidikan menjadi fondasi utama kemajuan daerah,” ujar Aber.
Menurutnya, program beasiswa tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan kapasitas tenaga pendidik.
“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Di sisi lain, guru juga harus terus berkembang agar mampu mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing,” katanya.
Aber menambahkan, program tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas di Kabupaten Serang.
“Harapan kami, program ini mampu melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan zaman. Begitu juga dengan para guru, kami ingin mereka semakin profesional dan menjadi inspirasi bagi peserta didik,” tuturnya.
Sementara itu, Arif, salah seorang guru penerima beasiswa, mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami. Ini bukan hanya bantuan finansial, tetapi juga bentuk perhatian dan motivasi agar kami terus meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.
Ia berharap program beasiswa tersebut dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima di masa mendatang.
“Semoga ke depan semakin banyak yang merasakan manfaatnya. Kami sebagai guru juga terpacu untuk memberikan yang terbaik bagi siswa karena merasa didukung dan diperhatikan,” katanya.
Selain program beasiswa, Pemkab Serang juga terus memperkuat sarana pendidikan melalui revitalisasi sekolah. Pada tahun 2025, revitalisasi dilakukan terhadap 17 sekolah dasar dan 11 sekolah menengah pertama. Sementara pada tahun 2026, pemerintah daerah mengusulkan revitalisasi untuk 153 SD dan 45 SMP.
Di bidang pendidikan keagamaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang juga menindaklanjuti implementasi Peraturan Daerah Diniyah melalui pelatihan penyusunan kurikulum muatan lokal serta pelatihan Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) yang diikuti 212 peserta dan melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Agama Kabupaten Serang, FKDT, serta pengawas PAI.
