SERANG – Pemerintah Kabupaten Serang di bawah kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas terus memperkuat sektor kesehatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi “Serang Bahagia”.

Selama satu tahun kepemimpinan Zakiyah–Najib, berbagai program strategis dijalankan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Mulai dari rehabilitasi puskesmas, pembangunan fasilitas kesehatan baru, penguatan layanan kesehatan dasar, penanganan stunting, hingga perluasan akses jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang Juni 2025 hingga 30 Maret 2026 telah menjangkau 559.770 warga. Capaian tersebut dinilai menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperluas pelayanan kesehatan yang merata dan mudah diakses masyarakat.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr. Efrizal mengatakan, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui layanan pengobatan, tetapi juga melalui penguatan layanan kesehatan dasar yang nyaman dan berkualitas.

“Di bawah arahan Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati, kami terus mengoptimalkan pelayanan kesehatan melalui peningkatan kualitas puskesmas. Tahun ini ada empat puskesmas yang direhabilitasi dan satu puskesmas baru dibangun sebagai bagian dari pemerataan akses layanan kesehatan,” ujar Efrizal, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, rehabilitasi tersebut bukan sekadar perbaikan bangunan, tetapi juga upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih aman, nyaman, dan manusiawi bagi masyarakat.

“Puskesmas merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan. Karena itu, sarana dan prasarananya harus terus ditingkatkan agar masyarakat merasa nyaman saat berobat dan tenaga kesehatan dapat bekerja lebih optimal,” katanya.

Selain pembenahan infrastruktur, Pemkab Serang juga fokus menangani persoalan kesehatan strategis seperti penurunan angka stunting, angka kematian ibu (AKI), dan angka kematian bayi (AKB).

Efrizal menjelaskan, pemerintah daerah terus memperkuat pendampingan terhadap ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting melalui kolaborasi lintas sektor.

“Program kesehatan tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pencegahan sejak dini. Pendampingan ibu hamil dan intervensi gizi untuk anak stunting terus diperkuat sebagai investasi jangka panjang bagi generasi masa depan Kabupaten Serang,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkab Serang juga memperluas cakupan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu melalui program BPJS Kesehatan.

Data Dinkes mencatat, total masyarakat kurang mampu yang mendapatkan fasilitasi jaminan kesehatan mencapai 717.147 jiwa. Rinciannya, sebanyak 373.865 jiwa melalui PBI APBN, 161.797 jiwa melalui PBPU Pemda Kabupaten Serang yang dibiayai APBD Kabupaten, serta 181.485 jiwa melalui PBPU Pemda Provinsi yang dibiayai APBD Provinsi.

Program tersebut dinilai menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap masyarakat rentan agar tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan tanpa terbebani persoalan biaya.

“Jaminan kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Pemerintah hadir memastikan warga kurang mampu tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” tegas Efrizal.

Manfaat program itu dirasakan langsung oleh masyarakat. Sarinah, warga Kecamatan Petir, mengaku terbantu dengan kepesertaan BPJS PBI yang difasilitasi pemerintah daerah.

“Alhamdulillah sangat membantu. Saat membutuhkan pengobatan kami tidak terlalu khawatir soal biaya. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kecil seperti kami,” ujarnya.

Ia berharap program jaminan kesehatan tersebut terus berlanjut agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.

Berbagai capaian tersebut menunjukkan bahwa satu tahun kepemimpinan Zakiyah–Najib tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui sektor kesehatan.

Melalui penguatan layanan puskesmas, pembangunan fasilitas kesehatan, penanganan stunting, hingga perluasan jaminan kesehatan, Pemkab Serang menegaskan komitmennya menghadirkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan berkeadilan bagi masyarakat.